Telusuri

Selasa, 24 Januari 2012

Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC)

I. Latar Belakang dan Keanggotaan
OPEC adalah organisasi antar pemerintah yang berdiri tahun 1960. Negara
anggotanya adalah negara eksportir minyak yang saat ini terdiri dari Arab Saudi,
Iran, Irak, Kuwait, Venezuela, Nigeria, Aljazair, Qatar, Libya, UAE dan Indonesia.
Sebelumnya Equador, Gabon juga menjadi anggota tetapi kemudian keluar pada
tahun 1992 dan 1994.
Berdirinya OPEC dipicu oleh keputusan sepihak dari perusahaan minyak
multinasional (The Seven Sisters) tahun 1959/1960 yang menguasai industri
minyak dan menetapkan harga di pasar internasional. “The Tripoli-Teheran
Agreement” antara OPEC dan perusahaan swasta tersebut pada tahun 1970
menempatkan OPEC secara penuh dalam menetapkan pasar minyak
internasional.
II. Tujuan
Setelah lebih dari 40 tahun berdiri, OPEC telah menerapkan berbagai strategi
dalam mencapai tujuannya. Dari pengalaman tersebut OPEC akhirnya
menetapkan tujuan yang hendak dicapainya yaitu: “preserving and enhancing
the role of oil as a prime energy source in achieving sustainable economic
development” melalui:
• Koordinasi dan unifikasi kebijakan perminyakan antar negara anggota;
• Menetapkan strategi yang tepat untuk melindungi kepentingan negara
anggota;
• Menerapkan cara-cara untuk menstabilkan harga minyak di pasar
internasional sehingga tidak terjadi fluktuasi harga;
• Menjamin income yang tetap bagi negara-negara produsen minyak;
• Menjamin suplai minyak bagi konsumen;
• Menjamin kembalinya modal investor di bidang minyak secara adil.
III. Organisasi & Manajemen
Sesuai dengan Statuta OPEC pasal 9, Organisasi OPEC terdiri dari:
1. Konferensi
• Adalah organ tertinggi yang bertemu 2 kali dalam setahun. Tetapi
pertemuan extra-ordinary dapat dilaksanakan jika diperlukan. Semua
negara anggota harus terwakilkan dalam konperensi dan tiap negara
mempunyai satu hak suara. Keputusan ditetapkan setelah mendapat
persetujuan dari negara anggota (pasal 11-12)
• Konperensi OPEC dipimpin oleh Presiden dan Wakil Presiden OPEC yang
dipilih oleh anggota pada saat pertemuan Konperensi (Pasal 14).
• Pasal 15 menetapkan Konperensi OPEC bertugas merumuskan kebijakan
umum organisasi dan mencari upaya pengimplementasian kebijakan
tersebut. Sebagai organisasi tertinggi, pertemuan Konperensi OPEC
mengukuhkan penunjukan anggota Dewan Gubernur dan Sekretaris
Jenderal OPEC.
2. Dewan Gubernur• Dewan Gubernur terdiri dari Gubernur yang dipilih oleh masing-masing
anggota OPEC untuk duduk dalam Dewan yang bersidang sedikitnya dua
kali dalam setahun. Pertemuan extraordinary dari Dewan dapat
berlangsung atas permintaan Ketua Dewan, Sekretaris Jenderal atau 2/3
dari anggota Dewan (Pasal 17 & 18).
• Tugas Dewan adalah melaksanakan keputusan Konferensi;
mempertimbangkan dan memutuskan laporan-laporan yang disampaikan
oleh Sekretaris Jenderal; memberikan rekomendasi & laporan kepada
pertemuan Konferensi OPEC; membuat anggaran keuangan organisasi dan
menyerahkannya kepada Sidang Konferensi setiap tahun;
mempertimbangkan semua laporan keuangan dan menunjuk seorang
auditor untuk masa tugas selama 1 tahun; menyetujui penunjukan
Direktur-Direktur Divisi, Kepala Bagian yang diusulkan negara anggota;
menyelenggarakan pertemuan Extraordinary Konferensi OPEC dan
mempersiapkan agenda sidang (Pasal 20)
Dewan Gubernur dipimpin oleh seorang Ketua & Wakil Ketua yang berasal dari
para Gubernur OPEC negara-negara anggota dan yang disetujui oleh Pertemuan
Konferensi OPEC untuk masa jabatan selama 1 tahun (Pasal 21).
3. Sekretariat
Adalah pelaksana eksekutif organisasi sesuai dengan statuta dan pengarahan dari
Dewan Gubernur. Sekretaris Jenderal adalah wakil resmi dari organisasi yang
dipilih untuk periode 3 tahun dan dapat diperpanjang satu kali untuk periode
yang sama. Sekretaris Jenderal harus berasal dari salah satu negara anggota.
Dalam melaksanakan tugasnya Sekjen bertanggung jawab kepada Dewan
Gubernur dan mendapat bantuan dari para kepala Divisi dan Bagian.
IV. Keuangan / Kontribusi
Anggaran OPEC diusulkan setiap tahun pada pertemuan Konferensi OPEC.
Anggaran yang telah disetujui akan dibiayai bersama (on an equal basis) oleh
seluruh anggota setelah mempertimbangkan sumbangan kontribusi dari Associate
Member (Pasal 37-38), sementara Associate Member diwajibkan membayar
kontribusi tahunan yang jumlahnya tetap.
V. Isu-isu yang menonjol
Dalam kaitannya dengan World Summit on Sustainable Development dibidang
energi, OPEC menaruh perhatian pada isu target kuantitatif pencapaian
“renewable”; pengambilan kebijakan pada tingkat nasional untuk penetapan
jadwal penghilangan subsidi energi; pengembangan dan pelaksanaan tindakan
dalam kerangka komite pembangunan berkelanjutan - termasuk melalui
kemitraan pemerintah dan swasta.
Berkaitan dengan implikasi negosiasi perdagangan multilateral pasca Doha, OPEC
mengantisipasi isu-isu seperti isu “Trade-Related Investment Measures”, Subsidy
and Countervailing Measures, Anti-Dumping, Regional Integration and Technical
Barriers to Trade”.
OPEC menyadari perlunya dijaga security of supply sesuai statutanya tapi juga
harus menjaga security of demand. Dalam hal ini peran OPEC sebagai stabilisator
pasar minyak harus dicermati.
VI. Status Keanggotaan Indonesia di OPEC
Sejak menjadi anggota OPEC tahun 1962, Indonesia ikut berperan aktif dalam
penentuan arah dan kebijakan OPEC khususnya dalam rangka menstabilisasi
jumlah produksi dan harga minyak di pasar internasional. Sejak berdirinya
Sekretariat OPEC di Wina tahun 1965, KBRI/PTRI Wina terlibat aktif dalam
kegiatan pemantauan harga minyak dan penanganan masalah substansi serta
diplomasi di berbagai persidangan yang diselenggarakan oleh OPEC.
Pentingnya peran yang dimainkan oleh Indonesia di OPEC telah membawa
Indonesia pernah ditunjuk sebagai Sekjen OPEC dan Presiden Konferensi OPEC.
Pada tahun 2004, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (MESDM) Indonesia
terpilih menjadi Presiden dan Sekjen sementara OPEC.
Namun akhir-akhir ini, status keanggotaan Indonesia di OPEC telah menjadi
wacana perdebatan berbagai pihak di dalam negeri, karena Indonesia saat ini
dianggap telah menjadi negara pengimpor minyak (net-importer). Dalam kaitan
ini, Indonesia sedang mengkaji mengenai keanggotaanya di dalam OPEC dan
telah membentuk tim untuk membahas masalah tersebut dari sisi ekonomi dan
politik.
VII. Hambatan dan Peluang
Secara ekonomi, keanggotaan Indonesia di OPEC membawa implikasi kewajiban
untuk tetap membayar iuran keanggotaan sebesar US$ 2 juta setiap tahunnya,
disamping biaya untuk sidang-sidang OPEC yang diikuti oleh Delegasi RI.
OPEC melihat bahwa penurunan tingkat ekspor di beberapa negara anggota
OPEC, termasuk Indonesia, disebabkan karena kurangnya investasi baru di sektor
perminyakan. Apabila kondisi tersebut terus berlangsung, maka diperkirakan
Indonesia akan mengalami hambatan dalam meningkatkan tingkat produksinya
dan tetap menjadi pengimpor minyak di masa mendatang.
Disamping hambatan-hambatan tersebut di atas, keanggotaan Indonesia di OPEC
akan memberikan berbagai keuntungan politis, yaitu:
• Meningkatkan posisi Indonesia dalam proses tawar-menawar dalam
hubungan internasional. Kedudukan Menteri ESDM dalam kapasitasnya
sebagai Presiden Konferensi OPEC sekaligus Acting Sekjen OPEC pada
tahun 2004, telah memberikan posisi tawar yang sangat tinggi dan
strategik serta kontak yang lebih luas dengan negara-negara produsen
minyak utama lainnya;
• Peningkatan citra RI di luar negeri. Pemberitaan mengenai persidangan
dan kegiatan OPEC lainnya yang sangat luas secara otomatis dapat
mengangkat citra negara anggota. Perhatian media massa lebih terfokus
ketika pejabat RI (Menteri ESDM) memegang jabatan sebagai Presiden
Konferensi OPEC.
• Peningkatan solidaritas antar negara berkembang. Di dalam forum-forum
OPEC, semua negara anggota memiliki visi dan misi yang sama di bidang
energi serta menjadikan OPEC sebagai wahana bersama untuk
meningkatkan rasa persaudaraan sesama negara anggota dan negara
berkembang lainnya. OPEC Fund (lembaga keuangan OPEC) telah
memberikan bantuan dana darurat sebesar 1,2 juta Euro, dimana
separuhnya diperuntukkan bagi Indonesia, untuk rehabilitasi dan
rekonstruksi Aceh dan Sumatera Utara yang dilanda gempa bumi dan
tsunami pada akhir tahun 2004 . • Akses terhadap Informasi. Sebagai anggota OPEC, Indonesia
mendapatkan akses terhadap informasi, baik yang bersifat terbuka dari
Sekretariat OPEC maupun informasi rahasia mengenai dinamika pasar
minyak bumi. Disamping itu, Indonesia memiliki kesempatan untuk
menempatkan SDM-nya untuk bekerja di Sekretariat OPEC. Hal ini
merupakan investasi jangka panjang karena akan dapat menjadi network
bagi Indonesia di masa datang.
VIII. Prakiraan Perkembangan Keadaan
Menurut kajian yang dilakukan OPEC, peranan OPEC dalam menentukan stabilitas
produksi dan harga minyak dunia akan tetap penting, setidaknya hingga tahun
2025, karena pangsa pasar negara-negara OPEC masih lebih besar dari negaranegara non-OPEC. Pentingnya peran OPEC dapat dilihat dengan jelas selama
tahun 2004, ketika harga minyak mentah dunia melambung tinggi, OPEC ikut
berperan menstabilkan harga antara lain dengan menjaga pasokan minyak dunia.
Keanggotaan Indonesia masih diperlukan oleh negara-negara anggota lainnya
karena Indonesia dipandang sebagai negara yang selalu menjaga solidaritas
OPEC dan selalu berusaha membangun dialog konstruktif serta konsensus di
dalam OPEC.
OPEC tetap membutuhkan Indonesia sebagai faktor penyeimbang dalam
komposisi keanggotaannya. Indonesia merupakan satu-satunya negara Asia yang
menjadi anggota OPEC. Keanggotaan OPEC yang didominasi oleh negara-negara
Timur Tengah tidak akan menguntungkan dalam sudut pandang citra OPEC di
dunia internasional. Citra Indonesia sebagai negara demokratis dan berpenduduk
muslim terbesar dan moderat di dunia dapat membantu perbaikan citra OPEC.
Dalam OPEC sendiri belum ada tuntutan agar Indonesia mengkaji
keanggotaannya karena turunnya tingkat produksi minyak bumi Indonesia serta
mulainya Indonesia menjadi negara net importir minyak. OPEC menyadari bahwa
kemungkinan penurunan ekspor minyak negara-negara anggota adalah salah
satu akibat dari kurangnya investasi di sektor perminyakan negara tersebut.



Kesultanan/Kerajaan Demak


Kesultanan Demak
atau Kesultanan Demak Bintara adalah kesultanan Islam pertama di Jawa yang didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1478. Kesultanan ini sebelumnya merupakan keadipatian (kadipaten) vazal dari kerajaan Majapahit, dan tercatat menjadi pelopor penyebaran agama Islam di pulau Jawa dan Indonesia pada umumnya. Kesultanan Demak tidak berumur panjang dan segera mengalami kemunduran karena terjadi perebutan kekuasaan di antara kerabat kerajaan. Pada tahun 1568, kekuasaan Kesultanan Demak beralih ke Kesultanan Pajang yang didirikan oleh Jaka Tingkir. Salah satu peninggalan bersejarah Kesultanan Demak ialah Mesjid Agung Demak, yang diperkirakan didirikan oleh para Walisongo. Lokasi ibukota Kesultanan Demak, yang pada masa itu masih dapat dilayari dari laut dan dinamakan Bintara, saat ini telah menjadi kota Demak di Jawa Tengah. Pada masa sultan ke-4 ibukota dipindahkan ke Prawata (dibaca "Prawoto").

Cikal-bakal Demak

Pada saat kerajaan Majapahit mengalami masa surut, secara praktis wilayah-wilayah kekuasaannya mulai memisahkan diri. Wilayah-wilayah yang terbagi menjadi kadipaten-kadipaten tersebut saling serang, saling mengklaim sebagai pewaris tahta Majapahit. Pada masa itu arus kekuasaan mengerucut pada dua adipati, yaitu Raden Patah dan Ki Ageng Pengging. Sementara Raden Patah mendapat dukungan dari Walisongo, Ki Ageng Pengging mendapat dukungan dari Syekh Siti Jenar.

Demak di bawah Pati Unus

Demak di bawah Pati Unus adalah Demak yang berwawasan nusantara. Visi besarnya adalah menjadikan Demak sebagai kesultanan maritim yang besar. Pada masa kepemimpinannya, Demak merasa terancam dengan pendudukan Portugis di Malaka. Dengan adanya Portugis di Malaka, kehancuran pelabuhan-pelabuhan Nusantara tinggal menunggu waktu.

Demak di bawah Sultan Trenggono

Sultan Trenggono berjasa atas penyebaran Islam di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di bawah Sultan Trenggono, Demak mulai menguasai daerah-daerah Jawa lainnya seperti merebut Sunda Kelapa dari Pajajaran serta menghalau tentara Portugis yang akan mendarat di sana (1527), Tuban (1527), Madiun (1529), Surabaya dan Pasuruan (1527), Malang (1545), dan Blambangan, kerajaan Hindu terakhir di ujung timur pulau Jawa (1527, 1546). Panglima perang Demak waktu itu adalah Fatahillah, pemuda asal Pasai (Sumatera), yang juga menjadi menantu Sultan Trenggono. Sultan Trenggono meninggal pada tahun 1546 dalam sebuah pertempuran menaklukkan Pasuruan, dan kemudian digantikan oleh Sunan Prawoto

Kemunduran Demak

Suksesi ke tangan Sunan Prawoto tidak berlangsung mulus. Ia ditentang oleh adik Sultan Trenggono, yaitu Pangeran Sekar Seda Lepen. Pangeran Sekar Seda Lepen akhirnya terbunuh. Pada tahun 1561 Sunan Prawoto beserta keluarganya "dihabisi" oleh suruhan Arya Penangsang, putera Pangeran Sekar Seda Lepen. Arya Penangsang kemudian menjadi penguasa tahta Demak. Suruhan Arya Penangsang juga membunuh Pangeran Hadiri adipati Jepara, dan hal ini menyebabkan banyak adipati memusuhi Arya Penangsang.
Arya Penangsang akhirnya berhasil dibunuh dalam peperangan oleh pasukan Joko Tingkir, menantu Sunan Prawoto. Joko Tingkir memindahkan pusat pemerintahan ke Pajang, dan di sana ia mendirikan Kesultanan Pajang.

Kekayaan Sumber Daya Alam Laut di Indonesia

  1. Terumbu Karang

Terumbu karang merupakan kumpulan rumah binatang karang yang telah mati ataupun karena rumah tersebut telah ditinggal pergi oleh binatang karang. Terumbu karang pada umumnya hidup di pinggir pantai atau daerah yang masih terkena cahaya matahari kurang lebih 50 m di bawah permukaan laut, namun beberapa diantaranya dapat hidup jauh di dalam laut dan tidak memerlukan cahaya, namun terumbu karang tersebut tidak dapat membentuk karang. Beberapa terumbu karang membutuhkan cahaya matahari untuk melakukan kegiatan fotosintesis. Oksigen-oksigen hasil fotosintesis yang terlarut dalam air dapat dimanfaatkan oleh binatang laut lainnya.
Terumbu karang mempunyai banyak manfaat. Manfaat terumbu karang dapat diklasifikasikan menjadi 2 yaitu manfaat langsung dan manfaat tidak langsung. Manfaat terumbu karang yang langsung dapat dimanfaatkan oleh manusia adalah :
·         sebagai tempat hidup ikan yang banyak dibutuhkan manusia dalam bidang pangan, seperti ikan kerapu, ikan baronang, ikan ekor kuning, batu karang,
·         pariwisata, wisata bahari melihat keindahan bentuk dan warnanya.
·         penelitian dan pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya.
Sementara manfaat terumbu karang yang pemanfaatannya tidak langsung adalah :
·         penahan abrasi pantai yang disebabkan gelombang dan ombak laut
·         sumber keanekaragaman hayati.
Indonesia merupakan negara yang mempunyai potensi terumbu karang terbesar di dunia. Luas terumbu karang di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 60.000 km2. Hal tersebut membuat Indonesia menjadi negara pengekspor terumbu karang pertama di dunia. Kini, kerusakan terumbu karang, terutama di Indonesia meningkat secara pesat. Terumbu karang yang masih berkondisi baik hanya sekitar 6,2%. Kerusakan ini menyebabkan meluasnya tekanan pada ekosistem terumbu karang alami. Meskipun faktanya kuantitas perdagangan terumbu karang telah dibatasi oleh Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), laju eksploitasi terumbu karang masih tinggi karena buruknya sistem penanganannya.
 Beberapa aktivitas manusia yang dapat merusak terumbu karang:
·         membuang sampah ke laut dan pantai yang dapat mencemari air laut
·         membawa pulang ataupun menyentuh terumbu karang saat menyelam, satu sentuhan saja dapat membunuh terumbu karang
·         pemborosan air, semakin banyak air yang digunakan maka semakin banyak pula limbah air yang dihasilkan dan dibuang ke laut.
·         pengunaan pupuk dan pestisida buatan, seberapapun jauh letak pertanian tersebut dari laut residu kimia dari pupuk dan pestisida buatan pada akhinya akan terbuang ke laut juga.
·         Membuang jangkar pada pesisir pantai secara tidak sengaja akan merusak terumbu karang yang berada di bawahnya.
·         terdapatnya predator terumbu karang, seperti sejenis siput drupella.
·         penambangan
·         pembangunan pemukiman
·         reklamasi pantai
·         polusi
·         penangkapan ikan dengan cara yang salah, seperti pemakaian bom ikan

b. Ikan-Ikan Laut

Laut Indonesia kaya akan keaneka ragaman hayati, salah satunya ikan-ikan laut. Di Indonesia ada berbagai macam jenis ikan laut mulai dari ikan teri sampai dengan ikan hiu. Sebagian ikan laut hidup di sekitar terumbu karang sehingga jika terumbu karang dirusak, maka ekosistem di lautpun ikut terganggu.  Untuk mengatasinya, kini telah banyak kawasan perlindungan ikan laut dan terumbu karang, untuk mencegah punahnya spesies yang kini telah langka.

c. Bahan Tambang

Belakangan ini, diketahui bahwa laut merupakan kawasan yang kaya akan mineral dan gas alam. Tapi, pembongkaran oleh indurtri sangatlah merusak, dan berlawanan dengan prinsip penyelamatan keragaman hayati. Oleh karena itu, kini sebuah inisiatif global antar pelaku pertambangan, LSM konservasi internasional bersama lembaga keuangan internasional sedang digalang untuk memungkinkan skema kompensasi keragaman hayati (Bio diversity offset), yang akan dikuasai dan dikontrol oleh badan-badan swasta. Walaupun begitu, pengambilan barang tambang dari dalam laut masih tetap diperbolehkan, namun dengan skala yang tidak begitu besar. Contoh barang tambang yang ada di dalam laut adalah minyak bumi, aspal, batubara, gas alam dan lain-lain.

Tugas PKK Kerajinan "Membuat asbak dari tanah liat"

! Bahan dan Alat
          ù Tanah liat secukupnya
            ù Pelumas ( minyak goreng )
            ù Cat kayu
            ù Pisau
ù Papan Landasan
ù Amplas

! Langkah Membuat
ù Siapkan bahan dan alat yang diperlukan
ù Ambil tanah liat sekepalan tangan
ù Pukul – pukul tanah liat ke papan landasan supaya mudah
              dibentuk
            ù Lumuri dengan minyak goreng supaya tidak lengket
            ù Buat lingkaran untuk bagian luarnya, hati – hati jangan
                 sampai bengkok
ù Dengan pisau,  buat lubang ditengah – tengahnya dengan hati – hati                                        
ù Rapikan dengan tangan dan oleskan kembali minyak goreng supaya tidak kering
ù Jemur di tempat teduh dahulu selama 1 – 2 hari dengan hati – hati supaya tidak pecah
ù Setelah agak kering jemur di bawah sinar matahari langsung kira – kira 2 – 6 hari atau bisa juga dibakar
ù Setelah benar – benar kering, amplas permukaan asbak agar menjadi halus
ù  Cat sesuai selera dan biarkan asbak menjadi kering

Kamus Bahasa Jepang

Perkenalan

cara perkenalan

- hajimemashite = sama artinya dengan hello.
- watashi wa kira desu = saya kira
bisa juga dengna watashi o namae wa kira desu^^
- watashi wa indoneshia jin desu = saya orang indonesia
- watashi wa jakaruta kara kimashita = saya dari jakarta
- dozo yoroshiku = nice to meet you^^

kalimat negatif
desu nya di ganti dengan ja arimasen
contohnya
- watashi wa kira ja arimasen - saya bukan kira
- watashi wa indoneshia jin ja arimasen - saya bukan orang indonesia

kalimat tanya
stelah desu slalu di ikuti "ka" pada akhir kalimat

- anata wa kira desu ka = apakah anda kira??
- anata o namae wa desu ka = siapa nama anda??

jawabannya

klo iya
- hai, watashi wa kira desu.

klo tidak
- iee, watashi wa kira ja arimasen

biasanya yaa...
klo anime pan pake boku atau atashi.

klo boku artinya saya tapi untuk laki2.
klo atashi artinya saya tapi untuk wanita

persalaman^^

1. Ogenki desu ka?
Apa kabar?
2. Arigato gozaimasu, genki desu.
Baik, terima kasih.
3. Genki desu.
Baik-baiksaja.
4. Gokazoku wa ikaga desu ka?
Bagaimana kabar keluarga anda ?

5. Hisashiku aimasen deshita, ne.
Sudah lama kita tidak bertemu.
6. Ome ni kakarete ureshii desu.
(Anata to aimashite ureshii desu.)
Saya senang dapat bertemu dengan anda.
7. Mata aimashoo.
Sampai jumpa lagi.
8. Ashita made, ne.
Sampai besok ya.
9. Atik-san ni yoroshiku.
Sampaikan salam saya kepada Atik.

AISATSU
10. Ohayo-gozaimasu.
selamat pagi
11. Konnichiwa.
selamat siang
12. Konbanwa. (dibaca: kombangwa)
Selamat malam / evening lha
13. Oyasumi-nasai.
selamat tidur
14. Oshigoto gambatte kudasai.
selamat bekerja
15. Irasshai-mase.
Selamat datang.
16. Sayonara.
Selamt tinggal / jalan.
17. Omedeto-gozaimasu.
selamat
18. Shin-nen, omedeto-gozaiasu.
selamat tahun baru
19. Otanjyobi, omedeto-gozaimasu.
selamat ulang tahun
20. Go-kekkon, omedeto-gozaiasu.
Selamat menikah
21. Otanoshimi kudasai.
selamat bersenang senang


kata2 yang sering digunakan dalam kelas

1. sumi masen, osoku matta = maaf terlambat
2. shitsumon gaarimasuka = apakah ada pertanyaan?
hai, arimasu = ya ada
iee, arimasen = tidak ada
3. wakari masuka = apakah mengerti
hai, wakarimas = ya, mengerti
iee, wakarimasen = tidak, tidak mengerti



4 owari masuka = apakah sudah selesai?
hai, owarimasu : ya, sudah
iee, mada = tidak belum
5. oboete kudasai = tolong di hafalkan

jisho = kamus
shinbun = koran
bo-rupen = bolpen
jidousha = mobil
konpyu-ta = komputer
tsukue = meja
techou = agenda
kaban = tas
kagi = kunci
zasshi = majalah
no-to = notes
hon = buku
tokei = jam
rajio = radio
iso = kursi
kamrea = kamera
terebi = televisi
te-pu = tape
kasa = payung
enpitsu = pensil
kutsu = sepatu

Doubutsu = Animal
Neko = Cat
Inu = Dog
Tori = Bird
Usagi = Rabbit
Kitsune = Fox
Saru = Monkey
Meushi = Cow
Zou = Elephant
Kuma = Bear
Uma = Horse
Raion = Lion
Tora = Tiger
Nezumi = Rat, Mouse
Risu = Squirrel
Buta = Pig
Oukami = Wolf
Washi = Eagle
Niwatori = Chicken




Kaeru = Frog
Sakana = Fish
Tokage = Lizard
Hebi = Snake
Mushi = Bug
Gumo = Spider
Hotaru = Firefly
Chouchou = Butterfly

Colors
*add an "i" at the end of a color to change it from a noun to an adjective
Color = Iro
Aka(i) = Red
Kiro(i) = Yellow
Ao(i) = Blue
Kuro(i) = Black
Shiro(i) = White
Chairo(i) = Brown
Medi-iro = Green
Orenji-iro = Orange
Momoiro, Pinku = Pink
Giniro = Silver
Kiniro = Gold

Feelings
Kimochi = Feelings
Kokoro = Heart
Yume = Dream
Yasashisa = Kindness
Yuuki = Courage
Chouwa = Harmony
Shinjitsu = Truth
Tsuyosa = Strength
Kouyuu = Friendship
Mikomi = Hope
Ai = Love

Fantasy and Magic
Maryoku, Mahou = Magic
Bakemono = Monster, Ghoul
Oni = Ogre, Devil
Youkai = Demon
Hanyou = Half-demon
Seibutsu = Creature
Ryu = Dragon




Akuryou = Evil spirit
Mononoke = Vengeful spirit
Kend = Sword
Tamashi = Soul
Ume = Destiny, Fate
Densetsu = Legend
Kiseki = Miracles
Tenshi = Angel
Shito = These are the "Angels" in Evangelion. The literal meaning is "apostle."
Miko = Priestess
Houshi = Monk, Priest
Madoushi = Sorceress

The Environment
Chikiu = Earth
Sekai = World
Uchuu = Universe
Wakuse = Planet
Kuuki = Air
Sora = Sky
Hoshi, Kousei = Star
Sousei = Comet
Niji = Rainbow
Yoru = Night
Asa = Morning
Hi = Day
Taiyo = Sun
Tsuki = Moon
Mangetsu = Full moon
Shingetsu = New moon
Shizen = Nature
Ki = Tree
Ha = Leaf
Hana = Flower
Bara = Rose
Sakura = Cherry blossom
Mori = Woods
Shinrin = Forest
Sougen = Grass
Yama = Mountain
Rikuchi = Land
Jishin = Earthquake
Kaji = Fire
Hono = Flames
Kaze = Wind





Kori = Ice
Mizu = Water
Umi = Sea
Kawa = River
Mizuumi = Lake
Tenki = Weather
Yuki = Snow
Ame = Rain
Hikari = Light
Yami = Darkness

People
Hito, Mono = Person
Ningen = Human
Ona = Girl, Woman
Otoko = Boy, Man
Shoujo = A young girl
Shounen = A young boy
Bishounen = A handsome boy
Bishoujo = A beautiful girl
Aka-chan = Baby
Kodomo = Child
Kozo = Kid, Brat(male)
Komusume = Kid, Brat(female)
Ouji-sama = Prince
Ohime-sama = Princess
Senshi = Soldier
Okami-sama = God
Sensei = Teacher
Hakase = Professor
Isha = Doctor
Otaku = Somebody who's obsessed with Anime and Manga.
Gaigin = Somebody who isn't Japanese (derogatory)
Sempai = Somebody of a higher rank, Someone you look up to (Example: On Trigun, Milly calls Meryl "Sempai"; on Evangelion, Maya calls Ritsuko "Sempai")
Kohai = Somebody of a lower rank
Tomodachi = Friend
Nakama = Friend, Ally

Body Parts
Karada = Body
Me = Eye
Hitomi = Eyes
Mimi = Ears
Kao = Face
Ubi = Finger



Atama = Head
Shinzou = Heart
Kaminoke = Hair
Ashi = Leg, Foot, Paw
Kuchi = Mouth
Te = Hand
Ude = Arm
Tsubasa = Wings
Shippo = Tail
Chi, Ketsueki = Blood
Hone, Kotsu = Bones

Food
Tabemono = Food
Asagohan, Choushoku = Breakfast
Hirugohan, Chuushoku = Lunch
Bangohan, Yuushoku = Dinner
Tamago = Egg
Niku = Meat
Ninjin = Carrot
Kinoko = Mushroom
Keeki = Cake
Chokoreeto = Chocolate
Kudamono = Fruit
Sumomo = Plum
Sakuranbo = Cherry
Ichigo = Strawberry
Pan = Bread
Chiizu = Cheese
Kukkii = Cookie
Satou = Sugar
Raisu = Rice
Shio = Salt
Nomimono = Drink
Kouhi = Coffee
Gyuunyuu = Milk
Ocha, Koucha = Tea
Aisukuriimu = Ice Cream

Other Nouns
House = Ie
Machi = Town
Shi = City
Tobira = Door
Kabe = Wall
Mado = Window



Beddo = Bed
Kagami = Mirror
Isu = Chair
Denwa = Telephone
Jidousha = Car
Kisha = Train
Kagi = Key
Akumu = Nightmare
Uta = Song
Koe = Voice
Todai = Nickname for Tokyo University
Onsen = Hot spring
Uso = Lie
Kakera = Shard
Zutto = Forever, A long time
Kotae = Answer
Yakusoku = Promise
Kage = Shadow
Mirai = Future
Ashita = Tomorrow
Tanjobi = Birthday
Nippon = Japan
Paati = Party
Batoru = Battle
Geemu = Game
Ribaru = Rival
Poketto = Pocket
Tesuto = Test
Cardo = Card
Pen = Pen
Keshigomu = Eraser
Hon = Book
Enpitsu = Pencil
Chizu = Map
Kami = Paper
Anime = Animation
Manga = Comics
Roboto = Robot
Juu = Gun
Kisu = Kiss
Kotoba = Words

Adjectives
Kakkoii = Attractive, Cool
Kawaii = Cute
Hitori = Alone



Subarashi = Lonely
Kanashige na = Sad
Sumui = Cold
Atsui = Hot
Shiwase na = Happy
Atarashi = New
Fushigi = Mysterious, Strange
Maboroshi = Mystic
Chibi = Little, Young
Baka, Oroka na = Stupid, Damned
Issho = Together
Tsugi = Next
Tada = Free
Chiisa = Small, Tiny
Oukii = Big
Omoshiroi = Funny
Honto = Real, True
Yasashi = Gentle, Kind, Nice
Ii = Good
Hidoi = Cruel, Mean
Genki = Cheerful
Densetsuno = Legendary
Tooi = Far, Distant
Sugoi = Amazing
Taihen = Tough, Hard
Kirei = Pretty
Hajime = First, Beginning
Oishi = Delicious

--nai = This isn't really an adjective. It's a word ending that's used to show what's not (Example: "I'm not strong." would be "Tsuyokunai"; "I don't understand" would be "Wakaranai")

Common Greetings and Phrases
Dare? = Who?
Nani? = What?
Doko? = Where?
Itsu? = When?
Nande?, Doushite? = Why?
Ne(?) = Hey, Right?, Yeah?
Naze? = How?
Kono = This
Ano = That
Hai = Yes
Iiye = No
Dame = No, Don't
Moshi moshi? = Hello? (as in answering the phone)



Atashi = I (female)
Boku, Ore = I (male)
Watashi = I (formal)
Omae, Kimi = You
Anata = You (formal)
Anata/Omae-tachi = You (plural)
Kare = He, Him
Kanojo = She, Her
Minna = Everyone
Watakushi(-tachi) = We
Anokata(-tachi) = They
Futari = The two of us, Us two
Ohayo = Good morning
Ohayo gozaimasu = Good morning (formal)
Konnichiwa = Good afternoon, Hello
Konbanwa = Good evening
Oyasumi = Good Night
Oyasumi nasai = Good night (formal)
Sayonara = Good-bye
Gokigenyo = Farewell (a more formal expression)
Itadakimasu = (phrase said before eating a meal)
Gochisousama = (phrase said after eating a meal)
Itekimasu = (phrase said when leaving)
Iterashai = (phrase said to someone when they leave)
Tadaima = (phrase said when returning)
Ogenki desu ka? = How are you?
Genki desu = I'm fine
Hora, Ima = Now
Gomen = Sorry
Gomen ne = I'm sorry, Pardon me
Gomen nasai = I'm sorry, Pardon me (formal)
Sumimasen = Excuse me, Pardon me
Itai! = Ow!, Ouch!
Korosu = Kill
Shine = Die
Honto? = Really?
Saa = Come on
Sonna = No way, It can't be
Yata! = Hooray!
Sou = Yeah, Right
Urusai = Shut up, Be quiet
Wakaranai = I don't understand
Wakateru = I understand
Shinjiteru = I believe
Shiteru = I know
Shinai = I don't know



Arigato = Thank you
Arigato gozaimasu = Thank you (formal)
Domo = Thanks (informal)
Dou itashimashite = You're welcome
Suki = Like, Love
Daisuki = Like a lot, Love a lot
Kirai = Hate
Daikirai = Hate a lot
Onegai = Please, I beg you
Dozo = Please (informal)
Omedeto = Congratulations
Omedeto gozaimasu = Congratulations (formal)
Otanjobi omedeto = Happy birthday
Kurisumasu omedeto = Merry Christmas
Shinnen omedeto = Happy New Year
Aishiteru = I love you
Anata no onamae wa? = What's your name?
Demo = But
Kedo = However, Still
Kitto = Sure, For sure
Matte = Wait
Chotto = A moment, A little bit (Example: "Wait a moment" would be "Chotto matte")
Mite = Look
Nanimonai = It was nothing
Ja nai = This phrase is used to say what something's not (Example: "You're not alone" would be Hitori ja nai")
Ganbatte = Do your best, Go for it
Susume = Go on, Onward
Ja (ne) = See you (later)
Daijoubu(?) = Are you alright?, It's alright
No = A possessive (Example: "Sakura's mother" would be "Sakura no okaa-san")
Itsumo = Always
Isudemo = Whenever
To = And
De = With
Shinka = Evolve
Dakara = So
Ikou, Ikuze = Let's go
Nakanaide = Don't cry
Ki o tsukete = Be careful
Daremo = No one
Dareka = Someone
Dareni = Anyone
Dokoka = Somewhere
Nanika = Something
Subete = Everything



Nanimo = Nothing

Family
Gokazuko = Family
Oya = Parents
Okaa-san = Mother
Otou-san = Father
Oni-san = Older brother (can also be used to refer to an older male)
One-san = Older sister (can also be used to refer to an older female)
Oji-san = Grandfather (can also be used to refer to an elderly man)
Oba-san = Grandmother (can also be used to refer to an elderly woman)
Shujin = Husband
Kanai = Wife
Musuko = Son (can also be used to refer to a younger boy)
Musume = Daughter (can also be used to refer to a younger girl)
Itoko = Cousin
Ane = My older sister
Imoto = My younger sister
Ani = My older brother
Ototo = My younger brother
Chi-chi = My father
Ha-ha = My mother
Sofu = My grandfather
Soba = My grandmother
Oji = My uncle
Oba = My aunt
Tsuma = My wife
Otto = My husband

Days, Months, and Seasons
Nichiyo = Sunday
Getsuyo = Monday
Kayo = Tuesday
Suiyo = Wednesday
Mokuyo = Thursday
Kinyo = Friday
Doyo = Saturday
Ichigatsu = January
Nigatsu = February
Sangatsu = March
Shigatsu = April
Gogatsu = May
Rokugatsu = June
Shichigatsu = July
Hachigatsu = August
Kugatsu = September
Jugatsu = October


Juichigatsu = November
Junigatsu = December
Haru = Spring
Natsu = Summer
Aki = Fall
Fuyu = Winter

Numbers
Zero, Rei = Zero
Ichi = One
Ni = Two
San = Three
Shi, Yon = Four
Go = Five
Roku = Six
Shichi, Nana = Seven
Hachi = Eight
Ku = Nine
Ju = Ten
Ni-jyuu = Twenty
Ni-jyu-go = Twenty five
San-jyuu = Thirty
Yon-jyuu = Forty
Gou-jyuu = Fifty
Roku-jyuu = Sixty
Nana-jyuu = Seventy
Hachi-jyuu = Eighty
Kyuu-jyuu = Ninety
Hyaku = One hundred
Go-hyaku = Five hundred
Sen = One thousand
Roku-sen = Six thousand
Hyakuman = One million
Hyakuman-ni = One million and two
Ni-hyakuman = Two million
Jyuoku = One billion

Partikel no
partikel ini untuk menyatakan kepunyaan.
s + no + kata benda + desu

contoh
byakuya no zanpakutou desu
= zanpa punya byakuya






kata tunjuk benda mati

kore : ini - bendanya dekat dengan pembicara
sore : itu - bendanya jauh dari pembicara
are : itu - bendanya jauh dari pembicara dan lawan bicara

contoh
a : kore wa kaban desu ka - ini tas punya siapa?
b : sore wa watashi no kaban desu. - itu tas punya saya

menggabungkan 2 buah kalimat tanya
......ka, .....ka

contoh
kore wa no-to desu ka, hon desu ka
ini notes atau buku.

kono - benda ini
sono + kata benda - benda itu
ano - benda itu *jauh dari pembicara dan lawan bicara*

kono hon wa nihongo no hon desu
buku ini buku bahasa jepang

--dono itu panggilan yang lebih menghormati dari pada sama.

mengenal angka2^^

Zero, Rei = nol ichiman roku sen go hyaku roku jyuu yon = 16.564
Ichi = 1 Niman = 20.000
Ni = 2 ni man hassen roku jyuu yon = 28.064
San = 3 Jyuoku = One billion
Shi, Yon = 4
Go = 5
Roku = 6
Shichi, Nana = 7
Hachi = 8
Ku = 9
Ju = 10
Ni-jyuu = 20
Ni-jyu-go = 25
San-jyuu = 30
san jyuu yon = 34
Yon-jyuu = 40
Gou-jyuu = 50
Roku-jyuu = 60
Nana-jyuu = 70
Hachi-jyuu = 80
Kyuu-jyuu = 90
Hyaku = 100
sanbyaku = 300
Go-hyaku = 500
go hyaku ni jyuu go = 525
roppyaku = 600
happyaku = 800
Sen = 1000
Roku-sen = 6000
hassen = 8000
roku sen go hyaku san jyuu ni = 6532
ichiman = 10.000